Ditulis Oleh: - x
Anda sedang membaca artikel tentang siapa nama penemu listrik?, anda diperbolehkan menyebarkan artikel siapa nama penemu listrik? jika bermanfaat, dengan mencantumkan link berikut ini:
siapa nama penemu listrik?
Kamis, 16 Januari 2014
0
komentar
mesin bisnis image
Answer
klo dari wikipedia ini dia penemunya.....
Thomas Alva Edison (11 Februari 1847 - 18 Oktober 1931) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.
Amerika Serikat. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat,Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Di rumah dengan leluasa Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Pada Usia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.
semoga bermanfaat.......
klo dari wikipedia ini dia penemunya.....
Thomas Alva Edison (11 Februari 1847 - 18 Oktober 1931) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.
Amerika Serikat. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat,Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Di rumah dengan leluasa Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Pada Usia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.
semoga bermanfaat.......
Perbedaan mesin cuci auto dengan semi auto?
isoll
apa aja kelebihannya???
dan kekurangan masing masing
Lebih enak dan irit mana dlm pemakaiannya
Answer
Yang semi auto menggunakan 2 tabung, tabung untuk mencuci atau membilas dan tabung untuk memeras.
Jadi pakaian harus dimasukkan tabung cuci, diisi air sampai penuh, diberi sabun, dijalankan dengan waktu yang dikehendaki.
Setelah selesai, pakaian dipindahkan ke tabung pemeras dan tabung cuci bisa diisi lagi pakaian yang berikutnya, sehingga sabun dan airnya hemat.
Pakaian di tabung peras di putar sesuai kehendak dan setelah selesai bisa diletakkan di ember, sambil menunggu pakaian kedua selesai dicuci.
Setelah selesai dicuci, air sabun dibuang dan pakaian ke dua di pindahkan ke tabung peras untuk diperas.
Setelah air di tabung cuci habis, pembuangan ditutup di isi air untuk membilas pakaian ke satu dan masukkan pakaian ke satu untuk dibilas dengan memutarnya.
Teruskan proses sampai selesai.
Jadi dengan mesin semi auto, kita harus memantau penuhnya air, memindah-mindahkan pakaian, membuang air dan mengisinya kembali.
Kalau yang full Automatic, anda tinggal masukkan pakaian, masukkan sabun, buka keran air, tinggalkan dan setelah proses selesai, sekitar 45 menit ~ 1 jam, maka anda tinggal mengambil pakaian yang sudah diperas untuk dijemur.
Bahkan ada mesin cuci, yang juga bisa mengeringkan total, hanya daya listriknya sangat besar.
Jadi mesin yang full automatic, akan mengisi air sendiri, menghentikannya sendiri kalau sudah penuh, memutarnya bolak balik untuk mencuci, membuang air sabunnya, memeras pakaian, menutup pembuangan setelah air habis, mengisi air lagi, menghentikan air kalau sudah penuh, memutar bolak balik lagi dengan tujuan membilas, membuang air bilasan, memerasnya,
menutup pembuangan setelah air habis, memeras pakaian, menutup pembuangan setelah air habis, mengisi air lagi, menghentikan air kalau sudah penuh, memutar bolak balik lagi dengan tujuan membilas untuk kedua kalinya,
Jadi yang paling nyaman, yah beli yang full automatic, namun boros sabun dan air karena tidak bisa digunakan lagi untuk pakaian kedua, namun hemat waktu, tidak usah diproses dan kita bisa mengerjakan pekerjaan lain seperti mengepel.
Atau sebelum pergi kerja atau berbisnis, masukkan pakaian dan sabun, jalankan mesin, pulang kerja atau bisnis tinggal menjemur pakaian.
Yang semi auto menggunakan 2 tabung, tabung untuk mencuci atau membilas dan tabung untuk memeras.
Jadi pakaian harus dimasukkan tabung cuci, diisi air sampai penuh, diberi sabun, dijalankan dengan waktu yang dikehendaki.
Setelah selesai, pakaian dipindahkan ke tabung pemeras dan tabung cuci bisa diisi lagi pakaian yang berikutnya, sehingga sabun dan airnya hemat.
Pakaian di tabung peras di putar sesuai kehendak dan setelah selesai bisa diletakkan di ember, sambil menunggu pakaian kedua selesai dicuci.
Setelah selesai dicuci, air sabun dibuang dan pakaian ke dua di pindahkan ke tabung peras untuk diperas.
Setelah air di tabung cuci habis, pembuangan ditutup di isi air untuk membilas pakaian ke satu dan masukkan pakaian ke satu untuk dibilas dengan memutarnya.
Teruskan proses sampai selesai.
Jadi dengan mesin semi auto, kita harus memantau penuhnya air, memindah-mindahkan pakaian, membuang air dan mengisinya kembali.
Kalau yang full Automatic, anda tinggal masukkan pakaian, masukkan sabun, buka keran air, tinggalkan dan setelah proses selesai, sekitar 45 menit ~ 1 jam, maka anda tinggal mengambil pakaian yang sudah diperas untuk dijemur.
Bahkan ada mesin cuci, yang juga bisa mengeringkan total, hanya daya listriknya sangat besar.
Jadi mesin yang full automatic, akan mengisi air sendiri, menghentikannya sendiri kalau sudah penuh, memutarnya bolak balik untuk mencuci, membuang air sabunnya, memeras pakaian, menutup pembuangan setelah air habis, mengisi air lagi, menghentikan air kalau sudah penuh, memutar bolak balik lagi dengan tujuan membilas, membuang air bilasan, memerasnya,
menutup pembuangan setelah air habis, memeras pakaian, menutup pembuangan setelah air habis, mengisi air lagi, menghentikan air kalau sudah penuh, memutar bolak balik lagi dengan tujuan membilas untuk kedua kalinya,
Jadi yang paling nyaman, yah beli yang full automatic, namun boros sabun dan air karena tidak bisa digunakan lagi untuk pakaian kedua, namun hemat waktu, tidak usah diproses dan kita bisa mengerjakan pekerjaan lain seperti mengepel.
Atau sebelum pergi kerja atau berbisnis, masukkan pakaian dan sabun, jalankan mesin, pulang kerja atau bisnis tinggal menjemur pakaian.
Gimana cara agar tidak ketinggalan jaman?
M. Raka
contoh , agar tidak ketinggalan tren jaman sekarang
Answer
Berbagai informasi di sekitar kita sudah
menjadi digital dalam jumlah masif, bersamaan
semakin pesatnya kemajuan teknologi
komunikasi informasi dengan peletakan
infrastruktur berbagai jaringan, perkembangan
pesat perangkat keras dan lunak, serta kemudahan penggunaannya. Digitalisasi di berbagai negara dijadikan
sebagai sentra aktivitas kehidupan. Banyak
contoh digitalisasi dengan kisah suksesnya yang
telah beredar. Misalnya, perdagangan
elektronik yang dikenal dengan sebutan e-
commerce, di mana 90 persen komunikasi perdagangan secara online melibatkan
berbagai koneksi. Koneksi ini mencakup orang-ke-bisnis, bisnis-
ke-mesin (komputer), dan mesin-ke-mesin
(komputer lain). Namun, sering kali interkoneksi
seperti ini menjadi tidak cukup. Menurut Jeff C
Frazier, Direktur Global Public Sector Cisco
Systems Inc, dalam pembicaraan dengan Kompas beberapa waktu lalu menyebutkan,
berbagai hubungan ini sebenarnya tidak cukup
karena akan ada lubang-lubang informasi yang
sebenarnya tidak segera bisa diidentifikasi
untuk ditanggulangi secara komprehensif. Dalam konteks bisnis dan perdagangan, tidak
teridentifikasinya persoalan berarti miliaran
rupiah menguap karena berbagai kesalahan.
Dalam konteks keamanan dan pertahanan,
negara dan masyarakat dirugikan karena
berbagai informasi ini tidak bisa terkoneksi ke berbagai orang dan organisasi akibat berbagai
problema atau risiko yang dihadapi tidak
mampu untuk dicarikan penyelesaian dan
jawaban yang memadai dan tepat waktu. Sering kali kita berhadapan dengan
kompartementalisasi dalam mengacu berbagai
persoalan keamanan dan pertahanan akibat
kurangnya kesadaran dan perhatian yang
memadai kebijakan yang ingin diarahkan
menghadapi semakin derasnya informasi menuju ke sebuah masyarakat dan negara
berbasis informasi. Kemampuan Kita melihat, mendengar, membaca, dan
menyaksikan bahwa berbagai persoalan
keamanan dan pertahanan sering kali dilihat
sebagai persoalan-persoalan spesifik yang
diisolasi dan menjadi perdebatan
berkepanjangan. Persoalan korupsi dan kolusi, misalnya, adalah contoh yang paling unik dan
kronis, berakhir pada pengadilan dengan
perdebatan âsiapa menyuap siapa disuapâ, bersifat multidimensi, serta melibatkan
berbagai aktor dari yang paling kecil sampai
yang paling kakap. Tantangan yang dihadapi sebenarnya terletak
pada kemampuan untuk menata, mengordinasi,
mengontrol, serta mengomunikasikan berbagai
informasi yang sudah tersedia dari berbagai
saluran, baik politik maupun organisasi
kemasyarakatan. Pendekatan yang ditawarkan oleh berbagai
pihak sebenarnya sistem jejaring, seperti
jejaring internet sebagai kesatuan utuh sistem
jaringan yang terdistribusi yang mampu untuk
menghadirkan ketahanan dan kekenyalan bagi
organisasi departemen, dan individu untuk berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan
berbagi informasi secara langsung satu sama
lain. Jeff Frazier mengungkapkannya dalam pilihan
yang sederhana. Kita harus menangkap apa
yang kita tahu dan tidak tahu, menganalisasi
apa yang kita tahu, berbagi apa yang diketahui,
dan memperbaiki apa yang kita tahu untuk
meningkatkan pengetahuan tentang persoalan sehingga bisa diselesaikan secara cepat. Tindakan cepat Bagi persoalan keamanan dan pertahanan
dalam upaya melindungi masyarakat secara
keseluruhan, bekerja dalam sistem jejaring
yang terdistribusi memanfaatkan berbagai
kemajuan teknologi komunikasi informasi
berbasis protokol internet (IP) memungkinkan mengambil tindakan yang cepat, menentukan,
serta cerdas. Kehadiran berbagai teknologi seperti kamera
IP, perangkat komputer bergerak, sistem
nirkabel, jejaring serat optik kecepatan tinggi,
ponsel cerdas, dan sebagainya menjadi alat
bantu dalam mengambil berbagai tindakan bagi
kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara. Persoalan kemacetan, perampokan,
penggarongan, terorisme, korupsi, penyuapan,
dan lainnya akan mudah teridentifikasi untuk
dicegah meluas menjadi momok. Kegagalan dan keberhasilan sekarang bergerak
dalam bilangan detik. Perang tidak lagi
persoalan adu kekuatan jumlah personel karena
akan berlangsung secara asimetris tanpa
mengetahui ada sebuah pesawat tanpa awak
membawa bom melintas di wilayah kita dan dikendalikan ribuan kilometer jauhnya. Pembicaraan mudah disadap, menaklukkan
siapa pun yang beritikad jahat terhadap
kelangsungan hidup orang banyak. Inilah dunia
digital! Pengetahuan dan informasi berbaur
menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
sistem jejaring, melindungi masyarakat untuk menata kehidupannya yang lebih baik. Dunia dalam informasi digital dalam berbagai
manifestasinya tidak lagi memadai untuk
diselesaikan berdasarkan struktur dan hierarki
lama karena menghambat bekerjanya unit-unit
militer, departemen, dan sebagainya dalam
konteks keamanan dan pertahanan untuk beroperasi secara efektif. Lingkungan yang
kaya akan informasi mengharuskan adanya
kolaborasi antarunit dalam menjaga dan
memperkuat masyarakat menghadapi bahaya
yang bermutasi terus-
Berbagai informasi di sekitar kita sudah
menjadi digital dalam jumlah masif, bersamaan
semakin pesatnya kemajuan teknologi
komunikasi informasi dengan peletakan
infrastruktur berbagai jaringan, perkembangan
pesat perangkat keras dan lunak, serta kemudahan penggunaannya. Digitalisasi di berbagai negara dijadikan
sebagai sentra aktivitas kehidupan. Banyak
contoh digitalisasi dengan kisah suksesnya yang
telah beredar. Misalnya, perdagangan
elektronik yang dikenal dengan sebutan e-
commerce, di mana 90 persen komunikasi perdagangan secara online melibatkan
berbagai koneksi. Koneksi ini mencakup orang-ke-bisnis, bisnis-
ke-mesin (komputer), dan mesin-ke-mesin
(komputer lain). Namun, sering kali interkoneksi
seperti ini menjadi tidak cukup. Menurut Jeff C
Frazier, Direktur Global Public Sector Cisco
Systems Inc, dalam pembicaraan dengan Kompas beberapa waktu lalu menyebutkan,
berbagai hubungan ini sebenarnya tidak cukup
karena akan ada lubang-lubang informasi yang
sebenarnya tidak segera bisa diidentifikasi
untuk ditanggulangi secara komprehensif. Dalam konteks bisnis dan perdagangan, tidak
teridentifikasinya persoalan berarti miliaran
rupiah menguap karena berbagai kesalahan.
Dalam konteks keamanan dan pertahanan,
negara dan masyarakat dirugikan karena
berbagai informasi ini tidak bisa terkoneksi ke berbagai orang dan organisasi akibat berbagai
problema atau risiko yang dihadapi tidak
mampu untuk dicarikan penyelesaian dan
jawaban yang memadai dan tepat waktu. Sering kali kita berhadapan dengan
kompartementalisasi dalam mengacu berbagai
persoalan keamanan dan pertahanan akibat
kurangnya kesadaran dan perhatian yang
memadai kebijakan yang ingin diarahkan
menghadapi semakin derasnya informasi menuju ke sebuah masyarakat dan negara
berbasis informasi. Kemampuan Kita melihat, mendengar, membaca, dan
menyaksikan bahwa berbagai persoalan
keamanan dan pertahanan sering kali dilihat
sebagai persoalan-persoalan spesifik yang
diisolasi dan menjadi perdebatan
berkepanjangan. Persoalan korupsi dan kolusi, misalnya, adalah contoh yang paling unik dan
kronis, berakhir pada pengadilan dengan
perdebatan âsiapa menyuap siapa disuapâ, bersifat multidimensi, serta melibatkan
berbagai aktor dari yang paling kecil sampai
yang paling kakap. Tantangan yang dihadapi sebenarnya terletak
pada kemampuan untuk menata, mengordinasi,
mengontrol, serta mengomunikasikan berbagai
informasi yang sudah tersedia dari berbagai
saluran, baik politik maupun organisasi
kemasyarakatan. Pendekatan yang ditawarkan oleh berbagai
pihak sebenarnya sistem jejaring, seperti
jejaring internet sebagai kesatuan utuh sistem
jaringan yang terdistribusi yang mampu untuk
menghadirkan ketahanan dan kekenyalan bagi
organisasi departemen, dan individu untuk berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan
berbagi informasi secara langsung satu sama
lain. Jeff Frazier mengungkapkannya dalam pilihan
yang sederhana. Kita harus menangkap apa
yang kita tahu dan tidak tahu, menganalisasi
apa yang kita tahu, berbagi apa yang diketahui,
dan memperbaiki apa yang kita tahu untuk
meningkatkan pengetahuan tentang persoalan sehingga bisa diselesaikan secara cepat. Tindakan cepat Bagi persoalan keamanan dan pertahanan
dalam upaya melindungi masyarakat secara
keseluruhan, bekerja dalam sistem jejaring
yang terdistribusi memanfaatkan berbagai
kemajuan teknologi komunikasi informasi
berbasis protokol internet (IP) memungkinkan mengambil tindakan yang cepat, menentukan,
serta cerdas. Kehadiran berbagai teknologi seperti kamera
IP, perangkat komputer bergerak, sistem
nirkabel, jejaring serat optik kecepatan tinggi,
ponsel cerdas, dan sebagainya menjadi alat
bantu dalam mengambil berbagai tindakan bagi
kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara. Persoalan kemacetan, perampokan,
penggarongan, terorisme, korupsi, penyuapan,
dan lainnya akan mudah teridentifikasi untuk
dicegah meluas menjadi momok. Kegagalan dan keberhasilan sekarang bergerak
dalam bilangan detik. Perang tidak lagi
persoalan adu kekuatan jumlah personel karena
akan berlangsung secara asimetris tanpa
mengetahui ada sebuah pesawat tanpa awak
membawa bom melintas di wilayah kita dan dikendalikan ribuan kilometer jauhnya. Pembicaraan mudah disadap, menaklukkan
siapa pun yang beritikad jahat terhadap
kelangsungan hidup orang banyak. Inilah dunia
digital! Pengetahuan dan informasi berbaur
menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
sistem jejaring, melindungi masyarakat untuk menata kehidupannya yang lebih baik. Dunia dalam informasi digital dalam berbagai
manifestasinya tidak lagi memadai untuk
diselesaikan berdasarkan struktur dan hierarki
lama karena menghambat bekerjanya unit-unit
militer, departemen, dan sebagainya dalam
konteks keamanan dan pertahanan untuk beroperasi secara efektif. Lingkungan yang
kaya akan informasi mengharuskan adanya
kolaborasi antarunit dalam menjaga dan
memperkuat masyarakat menghadapi bahaya
yang bermutasi terus-
Powered By Y! Answer Blogger Poster
Description
: siapa nama penemu listrik?
Rating
: 4.5
Reviewer
: x
ItemReviewed
: siapa nama penemu listrik?
0 komentar:
Posting Komentar